Tembus Kedalaman 47 Meter, Satgas TMMD Kodim Jembrana Pastikan Pasokan Air di Banjar Tibu Beleng

 


JEMBRANA, 12 Februari 2026 – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1617/Jembrana terus memacu pengerjaan sasaran fisik di lapangan. Salah satu proyek vital yang menjadi prioritas adalah pembuatan sumur bor yang berlokasi di Jalan Sinta, Banjar Tibu Beleng Tengah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.


Hingga saat ini, pengerjaan fasilitas air bersih tersebut menunjukkan progres signifikan dengan estimasi pencapaian 20 persen. Personel di lapangan yang dipimpin oleh Sertu I Made Suartinabterus bekerja bahu-membahu bersama masyarakat setempat untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu demi memenuhi kebutuhan dasar warga akan air bersih.


Berdasarkan laporan teknis di di lokasi, tim Satgas telah berhasil menyelesaikan beberapa tahapan krusial, di antaranya:


• Pengeboran tanah hingga mencapai kedalaman 47 meter.


• Penggalian lubang pondasi untuk konstruksi tower air.


• Pemasangan bowplank sebagai acuan dasar pembangunan tower tandon air.


Rencana tindak lanjut dalam waktu dekat meliputi pemasangan pondasi secara menyeluruh serta perakitan besi untuk sloof pondasi tower. Hal ini dilakukan guna memastikan konstruksi tandon air memiliki daya tahan maksimal dan kokoh.


Dandim 1617/Jembrana selaku Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Sy. Gafur Thalib, menegaskan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan rakyat.


"Pembangunan sumur bor ini adalah komitmen kami untuk memberikan solusi permanen bagi warga di Banjar Tibu Beleng Tengah. Air adalah kebutuhan dasar. Kami memastikan setiap tahapan, mulai dari pengeboran hingga konstruksi tower tandon, dilakukan dengan standar teknis yang baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat," ujar Letkol Inf Sy. Gafur Thalib.


Beliau juga menambahkan bahwa sinergi antara personel TNI dan warga menjadi kunci utama cepatnya progres di lapangan. "Meski medan memiliki tantangan tersendiri, semangat gotong royong membuat pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan," pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar: