Danrem 083/Bdj Pastikan Karhutla Bromo Terkendali, Satgas Terpadu Tak Berhenti Sebelum Api Padam
PROBOLINGGO – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dikebut. Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., selaku Komandan Sektor Penanganan Karhutla TNBTS, memastikan kondisi kawasan Gunung Bromo tetap aman dan kondusif meski sejumlah titik api masih menjadi fokus pemadaman, Senin (10/8/2026).
Dalam keterangannya di Posko Karhutla TNBTS, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Danrem menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat bekerja dalam satu sistem komando. Operasi terpadu tersebut melibatkan personel TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, pengelola TNBTS, serta unsur terkait lainnya untuk mengendalikan api sekaligus mencegah meluasnya kebakaran.
“Kebakaran yang bermula pada 2 Agustus 2026 lalu saat ini sudah berhasil kita kendalikan perkembangannya. Kami memastikan kepada masyarakat bahwa kondisi kawasan Gunung Bromo tetap aman dan kondusif. Namun, pemadaman intensif masih terus kita lakukan sampai seluruh titik api benar-benar padam,” tegas Danrem.
Saat ini, pemadaman diprioritaskan pada dua lokasi yang masih terdapat titik api, yakni kawasan Puncak P-30 di Kabupaten Probolinggo dan Lembah Dingklik di Kabupaten Pasuruan. Kondisi medan yang terjal, vegetasi kering, serta perubahan cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi personel yang bekerja di lapangan. Untuk mempercepat penanganan, operasi udara juga terus dilakukan dengan dukungan dua unit helikopter water bombing.
Danrem menjelaskan, jumlah helikopter yang beroperasi disesuaikan dengan kondisi cuaca dan tingkat keamanan penerbangan. Kabut tebal di sejumlah lokasi menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga keselamatan penerbang tetap menjadi pertimbangan utama. Di sisi lain, personel darat terus melakukan pemadaman, patroli, pemantauan, serta penguatan pengamanan di wilayah yang dinilai rawan.
Terkait penyebab kebakaran, Danrem meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber dan penyebab awal kebakaran. “Kita tunggu hasil penyelidikan resmi. Jangan sampai muncul spekulasi yang justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan estimasi luas kawasan terdampak sekitar 720 hektare, Satgas Terpadu terus memperkuat langkah pengendalian melalui patroli darat dan udara, pemantauan titik api, serta penempatan personel pada lokasi-lokasi rawan. Personel akan tetap disiagakan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Danrem menegaskan, penanganan karhutla Bromo bukan hanya persoalan memadamkan api, tetapi juga menjaga kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan pariwisata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh unsur akan terus bergerak bersama memastikan kawasan TNBTS tetap terlindungi.
“Kami tidak ingin bekerja setengah-setengah. Seluruh unsur akan terus berada di lapangan sampai api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman. Keselamatan masyarakat dan kelestarian kawasan Bromo menjadi prioritas utama,” pungkas Danrem.

Tidak ada komentar: