Babinsa Purwodadi Kawal Kesehatan Balita Melalui Posyandu
MALANG - Kehadiran sosok TNI di tengah masyarakat bukan hanya soal keamanan, melainkan juga tentang memastikan generasi penerus bangsa tumbuh sehat dan kuat. Hal inilah yang tercermin dalam aksi nyata Koptu Santo, Babinsa Desa Purwodadi dari Koramil 0818/11 Donomulyo, saat melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu di Dusun Purworejo, Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini tidak dilakukan sendirian. Koptu Santo bahu-membahu bersama Bidan Desa, para Kader Posyandu, serta Perangkat Desa Purwodadi. Kehadiran Babinsa di lokasi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk dukungan moral bagi para ibu agar rutin memeriksakan tumbuh kembang buah hatinya.
"Kami ingin memastikan setiap anak di wilayah binaan kami mendapatkan hak kesehatan yang layak. Pendampingan ini adalah wujud kepedulian TNI AD terhadap pencegahan stunting dan peningkatan gizi balita di tingkat desa," ujar Koptu Santo di sela-sela kegiatannya.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan berbagai rangkaian pemeriksaan kesehatan, di antaranyaPenimbangan Berat Badan, Pengukuran Tinggi Badan, Pemberian Vitamin dan Imunisasi, Konsultasi Gizi
Suasana di Dusun Purworejo tampak berbeda dengan kehadiran Koptu Santo yang sesekali menghibur balita yang takut saat akan ditimbang. Pendekatan yang santun dan akrab ini membuat warga merasa lebih nyaman dan antusias menghadiri Posyandu.
Salah satu warga Dusun Purworejo menyampaikan rasa terima kasihnya.
"Senang rasanya ada Pak Babinsa yang ikut mendampingi. Selain merasa aman, kami juga jadi lebih semangat datang ke Posyandu karena bapak-bapak dari Koramil sangat peduli dengan anak-anak kami," ungkapnya.
Terpisah, Danramil 0818/11 Donomulyo Kapten Inf Sunarko menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kesehatan masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan aparatur desa diharapkan mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera, khususnya di wilayah Kabupaten Malang.
Dengan adanya kolaborasi yang solid di tingkat akar rumput seperti ini, Desa Purwodadi optimis dapat mencetak generasi yang tangguh dan bebas dari masalah gizi buruk. (*).


Tidak ada komentar: